Jenis-Jenis Puisi Baru Lengkap dengan Contohnya

Jenis-Jenis Puisi Baru Lengkap dengan Contohnya - Sebelumnya kita sudah membahas tentang jenis-jenis puisi lama lengkap dengan contohnya dan kali ini kita akan coba membahas tentang jenis-jenis puisi baru. Nah apa dan bagaimana sebenarnya puisi baru itu? Baiklah kita akan mulai dengan mengetahui dulu apa itu "puisi baru". Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan yang umum berlaku untuk jenis puisi lama. Puisi baru lebih bersifat bebas, baik dalam segi suku kata, jumlah baris, maupun rimanya. Puisi baru terdiri dari tujuh macam yaitu ode, epigram, romance, elegi, satire, himne dan balada. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan untuk masing-masing jenis puisi lama beserta contoh puisinya sebagai berikut.

Jenis-jenis puisi baru

1. ODE

Ode merupakan jenis puisi baru yang mengungkapkan sanjungan atau pujian kepada orang yang berjasa. Puisi ini biasa ditulis dalam nada agung dan tema serius, sehingga karakteristik bahasanya terlihat lebih berbeda daripada puisi-puisi baru lainnya. Ode biasa dilantunkan oleh masyarakat pencinta puisi sambil diiringi tarian-tarian dan nyanyian-nyanyian dalam paduan suara. Adapun contoh dari ODE adalah sebagai berikut :

Guruku....
Engkau pahlawanku
Pahlawan tanpa tanda jasa
Engkau menemaniku
Saatku di sekolah
Saatku belum mengenalmu
Engkau mengajariku
Mulai dari taman kanak-kanak
Hingga kusampai kuliah

Guruku...
Takkan kulupakan semua jasamu
Yang telah bersusah payah mengajariku
Hingga aku bisa
Terima kasih guruku
Thank you guruku

(Oleh penyair tanpa nama)

2. Epigram

Epigram merupakan puisi baru yang berisi tentang ajaran hidup dan tuntunan ke arah kebenaran. Epigram ini sendiri ditulis dalam bentuk yang sederhana, singkat, langsung pada tujuan, dan tidak menggunakan kosakata yang berlebihan. Adapun contoh dari epigram adalah sebagai berikut

Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang berada di garis depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas

3. Romance

Romance merupakan jenis puisi baru yang berisi tentang kisah percintaan. Romance biasanya terlahir dari pengalaman pengarang tentang kisah cintanya namun bisa pula berdasarkan apa yang penulis lihat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun contoh dari romance adalah sebagai berikut

Aku berbicara tentang apa itu cinta
Meski aku saja belum memiliki cinta
Cinta bagi saya adalah kejujuran
Saling percaya tanpa kejujuran antara belahan jiwa
Selayaknya kopi tanpa gula
Pahit serasa cinta
Itulah cinta
Niscaya terang langgeng
Lantas surga hadir melengkapi
(Oleh penyair tanpa nama, dengan judul "Cinta adalah kejujuran")

4. Elegi

Elegi merupakan jenis puisi baru yang berisi tentang ratapan tangis atau kesedihan seseorang. Dalam elegi biasa digambarkan tentang pengalaman pahit yang pernah dialami penulis maupun yang pernah terjadi dalam kehidupan, bisa juga beru[a penyesalan atas apa yang terjadi di masa lalu. Adapun contoh dari Elegi adalah sebagai berikut

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlarut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan, kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Oleh Chairil Anwar dengan judul "Senja di pelabuhan kecil")

5. Satire

Satire merupakan jenis puisi baru yang berisi sindiran atau kritikan pada orang-orang yang memiliki jabatan. Biasanya satire ditulis untuk menyindir dan mengkritik pemerintahan. Adapun contoh dari satire adalah sebagai berikut

Aku bertanya ...
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
Membentur jidat penyair-penyair salon,
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan
Sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian

(Oleh W.S. Rendra dengan judul "Aku Bertanya")

6. Himne

Himne merupakan jenis puisi baru yang berisi pujaan-pujaan untuk Tuhan atau biasa juga berisi pujian-pujian untuk tanah air tercinta dan juga pahlawan-pahlawan yang membela kemerdekaan. Adapun contoh dari himne itu sendiri adalah sebagai berikut

Indah permai bulan purnama
Cahayanya kemilau menimpa bumi
Daun berdesir melagukan surga
Air beriak berlincah-lincah
Tuhan, Tuhanku
Karya besar kerajaan-MU..!
Susah payah kata kucari
Memuji kasih-MU berlimpah-limpah
Dalam bangsaku menghadapi bagya
Rahmat ini pun berderai-derai
Tuhan, Tuhanku
Benar-benar kemurahan-MU...!

(oleh Aoh Kartahadimadja dengan judul "Puji")

7. Balada

Balada merupakan jenis puisi baru yang menceritakan tentang kisah dari sebuah karangan pribadi, mitos, atau legenda yang diyakini kebenarannya di masyarakat. Balada biasanya ditulis dalam bentuk menyerupai dialog yang bertujuan untuk menghidupkan cerita yang ada di dalamnya. Adapun contoh balada adalah sebagai berikut

Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanj*ng
Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri
Satu demi satu yang maju terhadap darahnya
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka
Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa
Majulah Joko Pandan! Di mana ia?
Majulah ia karna padanya seorang kukandung dosa.
Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang
Joko Pandan! Di mana ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.
Bedah perutnya tapi masih setan ia
Menggertak kuda, di tiap ayun menunggung kepala
Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.
Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi derapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derunya dendam yang tiba.
Pada langkah pertama keduanya sama baja.
Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka
Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta bulan, sorak sorai, anggur darah
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah terbunuh bapaknya.

(oleh W.S. Rendra dengan judul "Balada Terbunuhnya Atmo Karpo")

Itulah penjelasan singkat tentang jenis-jenis puisi baru yang lengkap dengan contohnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada aturan yang mengikat puisi baru layaknya  jenis puisi lama, dimana puisi baru tidak terikat dengan aturan sajak, jumlah bait dan sebagainya seperti yang ada pada puisi lama. Yang perlu diingat meskipun tidak terikat oleh aturan persajakan dll namun tetap ada ciri dari puisi baru yang membedakan antara jenis puisi baru yang satu dengan yang lain. Akhir kata, semoga postingan ini bermanfaat. Jika ada masukan, jangan sungkan untuk berkomentar. :) Semangat mengejar ilmu, semangat belajar..!! :)

BACA JUGA :
1. Jenis-Jenis Puisi Lama Lengkap dengan Contohnya
2. Ciri-Ciri Puisi Lengkap dengan Contohnya
3. Teknik Penulisan Puisi yang Benar dan Simpel

No comments:

Post a Comment